Postingan

Obat Anti Galau

Gambar
Terjungkal, terjerembap, tersungkur. Tiga kata itu cukup menggambarkan diriku di permainan kemarin.  Bola tembak, begitu kami menyebut permainan itu. Lapangan pasir diisi dua kelompok yang saling melempar bola kertas agar mengenai lawan.  Tak jarang teriakan kencang spontan terucap kala bola hampir mengenai diri. Tak peduli keadaan, aku terus menghindar dari lawan, tak sadar terlalu kencang berlari, badan pun terguling diatas tanah pasir untuk kesekian kalinya.  Dengan beringas, kembali mengejar lawan dan berteriak untuk membuat panik pada lawan. Nafasku tersengal, terdengar jelas tarikan dan hembusan nafas yang sangat kencang, "hosh hosh"  Siang terik itu membuat perlombaan terasa semakin sengit. Dua kelompok beradu kekuatan demi memperebutkan juara lomba. Ya, ini memang bukan perlombaan sebenarnya, melainkan permainan biasa untuk meramaikan acara. Namun suasana permainan membawa kami pada situasi seru. Adu tenaga dan strategi makin lama makin memanas....

Pesan Penting Jika Aku Meninggal

Gambar
Cepat atau lambat, gelar jenazah akan terpatri dalam diri kita.  Kaya, miskin, tua, muda, cakep, jelek, semua yang bernyawa pasti akan mati. Tak terkecuali aku, kamu, dan semua teman kita. Jika sudah saatnya, maka malaikat maut akan datang menjemput kita. Tak bisa mengulur waktu, meski satu detik. Kawan... Sebelum gelar jenazah ada dalam diriku, bolehkan aku menyampaikan satu hal penting padamu? Satu hal penting yang bisa membuatku lebih bahagia di alam sana, jika suatu saat aku mendapat giliran kematian itu. Kelak, jika aku sudah terbujur kaku tak bernapas... Izinkan aku meminta satu hal padamu kawan. Izinkan aku mendapat hadiah terindah di alam kubur sana. Hadiah terindah yang akan menerangi gelapnya liang lahat. Yang bisa membantu melegakan sempitnya tanah kuburan Hadiah terindah itu adalah DOA. Sudikah kau mendoakan aku? Mendoakan dengan Al Fatihah tulus yang datang dari hati. Bukan sekedar bacaan formalitas tanpa menghayati. Kawan, bolehkah kau selipkan namaku dalam setiap doa...

Ditolak Lagi

Gambar
Kamu tau, apa rasanya ditolak? Sakit bukan... Perih, sedih, dan tak kuasa menahannya. Rasanya, sakit adalah kata yg tepat untuk menggambarkan sebuah penolakan. Apalagi penolakan kesekian kalinya. Ya, kali ini aku kembali ditolak. Setelah berupaya sebaik mungkin menyiapkan diri, menata diri, dan menunggu kepastian itu, dan ternayata hasilnya ditolak lagi. Namun yang luar biasa dari penolakan kali ini, aku tak merasa sakit dan kecewa sedikit pun. Tak ada perasaan perih dari dalam hati. Tak seperti penolakan sebelum sebelumnya, kali ini aku tak merasakan kepahitan itu. Justru sebaliknya, selepas mendapat penolakan, aku malah tenang dan hati terasa plong. Ucapan terimakasih kusampaikan pada diriku yg berani mencoba dan bersabar 'terimaksih aku, sudah mencoba' Dan dr penolakan kali ini aku belajar satu hal... Bahwa sebuah penolakan tak kan terasa menyakitkan bila kita tak berekspektasi tinggi.  Sebuah penolakan tak kan terasa pahit, jika kita tak berharap berlebihan. Tidak terus men...

Dewasa Dengan Masalah

Gambar
Pagi itu, aku duduk dan bersiap mendengar materi dari Ustadz Ilham. Seorang imam salah satu masjid di Bogor. Beberapa menit perjumpaan dengan sang ustadz, aku tak menemukan hal spesial apapun. Seperti layaknya ustadz yang menyampaikan nasihat agama, akupun menyimak dengan seksama.  Tapi hal hal unik itu aku temui setelah ustadz memperkenalkan dirinya mengenai kesibukan sehari hari.  "Saya sedang kuliah di Ibnu Khaldun Bogor. Sedang skripsi. Selain itu Sy juga sedang menyelesaikan perkuliahan di salah satu kampus di Bekasi. Sedang skripsi juga. Malemnya biasanya saya kuliah online dari universitas Al Azhar di Mesir. Sembari menyelesaikan kuliah di Indonesia dan Mesir, saya melanjutkan program S2 di Al Azhar juga."  Mendengar penuturan beliau, aku yang bersandar ke kursi lantas melongo dan terheran heran.  Refleks kalimat takjubku terucap, "gila ni ustadz, otaknya dari apa sih, kuliah kok banyak banget??!! Masa kuliah empat sekaligus gitu. Gils banget sih i...

Tangisku Kembali Pecah

Gambar
Tangisku kembali pecah malam ini Ah... Aku memang terlalu cengeng untuk urusan hati. Terlalu mudah menitikkan air mata pada perkara yang terlihat susah dan perih. Ya, malam ini air mataku kembali tumpah selepas menyaksikan sebuah video kemiskinan, kelaparan yang menyebabkan kematian.  Periihhhh sekali. Sakit sekali melihat gambaran dalam video itu. Tak kuasa rasanya membayangkan bila itu ada di sekitar ku.  Ah... Diri ini terlalu egois, masih terlalu sering mengkhawatirkan persoalan diri sendiri. Padahal, kemiskinan itu masih ada disekitar kita. Terlalu egois dgn seringnya memikirkan outfit, namun lupa memikirkan masih saudara kita yang kelaparan diluar sana. Terlalu sibuk dengan perkara kulit tak cerah hingga menjadikan urusan itu seolah olah begitu penting bagimu. Padahal, itu perkara yang terlalu remeh untuk dipikirkan berkali kali. Sedangkan diluar sana begitu banyak orang yang menahan lapar dan kantuk karena tak punya makanan dan tempat tinggal layak hanya unt...

Saat Merasa Insecure

Gambar
Buat apa urus hidup org lain, yg berujung pd kekepoan aja..  buat apa stalker Ig org, kehidupan org, berkedok ingin tak. Lantas bikin kamu insecure karena univ nya yg terlihat keren. Buat apa urus hidup org lain, yg berujung pd kekepoan aja..  buat apa stalker Ig org, kehidupan org, berdalih ingin tau. Lantas bikin kamu insecure karena kehidupannya nya yg terlihat keren. Woi sadar woi... Bangun oi... Kampus keren ga selamanya bahagia. Kehidupannya yang tampak bahagia belum tentu seperti itu. Barangkali emg ga sesenang itu. Jalani hidupmu, fokus selesaikan amanahmu Fokus pada tujuan akhir yakni syurga. Univ keren ga jamin masuk surga, sekolah bagus ga jamin masuk surga, uang banyak ga bikin jaminan masuk surga. Tp ibadah sebaik mgkn adalah cara gapai ridhonya, mengharap surganya Catatan Selma♥️

Cinta yang Tak Terpisahkan

Gambar
Sejauh apapun kaki melangkah, rasanya cinta Ibu memang tak pernah pupus. Sejauh apapun jarak memisahkan kami, tampaknya cinta dan perasaan ibu dan anak memang tak pernah terpisahkan. Seperti kejadian malam ini. Saat aku bercerita lewat video call dengan ibu, ada satu hal yang sama dari kami. Aku bercerita pada ibu soal kejadian ketukan pintu oleh sosok asing diwaktu Maghrib, baca ceritanya ditulisanku sebelumnya dengan judul 'Ya Rabb.. Aku Takut' Dan kamu tau apa ucapan ibu.... "Baru aja ibu terbesit, itu Selma di rumah mas sendirian gimana ya? Tetangganya kan bapak bapak semua, udah gitu lingkungan perumahan sepi banget lagi. Gimana ya?" Begitu tutur ibu.  Ibu ku bukan tipe orang negatif thinking. Bukan. Sepertinya tanpa sengaja pikiran itu datang pada Ibu. Semacam firasat seorang ibu pada putrinya. Putri satu satunya yang paling dicintai (ceilah 😆) Dan nyatanya, firasat ibu memang menjadi kenyataan hari ini. Kejadian mengagetkan kutemui. Mes...