Merawat Kebaikan
Manusia yang dirindukan Menjadi "Sumber Kebaikan" yang Membekas di Hati Masyarakat Pernah nggak berpikir, jejak seperti apa yang akan kita tinggalkan saat kita pergi dari suatu tempat? Pagi itu kami menjemput Ustadz Sohirun dari rumah menuju tempat haul. Di dalam mobil, aku manfaatkan membangun dialog. Aku bertanya banyak hal, karena penasaran napak tilas perjuangan dakwah beliau dan Ustadzah Siti Nurjannah. Dari cerita perjalanan bersama Ustaz Sohirun, ada sebuah pola indah yang terus berulang yang membuatku berdecak kagum. Pasalnya, ke mana pun beliau pindah, masyarakat sekitar selalu merasa kehilangan dan menyayangkan kepindahannya. "Kok pindah sih, Pak? Nanti kalau ada acara, siapa yang ceramah?" Begitu kiranya ungkapan berat hati dari warga. Hal ini memicu sebuah refleksi mendalam: Bagaimana bisa seseorang selalu berhasil menciptakan ekosistem kebaikan di mana pun ia berada? Berikut adalah beberapa poin hikmah dan rahasia di balik indahnya bermasy...